Review Yes, You Can! by Ollie

Ollie, salah satu novelis Indonesia. Saya baca novel karya mbak Ollie (@salsabeela) pertama kali yang berjudul After the Honeymoon. Setelah baca novel tersebut, saya jatuh cinta dengan gaya bahasa mbak Ollie yang sederhana dan mudah dimengerti. Novel karangan mbak Ollie lainnya yang sudah saya baca adalah Cinta. Sama seperti After the Honeymoon, Cinta mengambil setting dewasa muda, sesuai dengan usia saya saat ini. Jadi saya merasa seperti membaca dunia saya sendiri.

Anyway, setelah baca dua novel mbak Ollie tersebut saya jadi sering stalking weblog milik beliau dan juga follow twitter mbak Ollie. Jujur, saya kagum dengan semua aktifitas mbak Ollie sebagai penulis aktif dan juga “netpreneur”. Kadang, kalau saya lagi butuh semangat, saya baca blog mbak Ollie dan membaca sampai dimana pencapaiannya saat ini. Dari blog dan akun twitter mbak Ollie, saya jadi tau update terbaru tentang kehidupan dan buku yang baru ditulis oleh beliau. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah Yes, You Can!.

Yes, You Can! by Ollie

Saya penasaran dengan buku Yes, You Can! setelah baca beberapa testimonial beberapa orang yang sudah baca buku tersebut. Untuk memuaskan rasa penasaran saya, beberapa waktu lalu saat saya ajak anak saya ke salah satu toko buku, saya iseng nanya ke cust.service-nya, buku Ollie yang Yes, You Can! available nggak disana? Ternyata masih available. Langsung deh saya beli.

Dua hari setelah beli saya baru membaca Yes, You Can! by Ollie. Tidak membutuhkan waktu lama untuk baca buku ini karena walaupun bukan novel, gaya tulisan yang dipakai oleh mbak Ollie tetap sama, ringkas, enak dibaca, sederhana dan mudah dimengerti.

Yes, You Can! masuk dalam kategori buku motivasi. Namun berbeda dengan buku motivasi lainnya, Yes You Can! sangat jauh dari kesan menggurui. Hanya berbagi cerita tentang keseharian dan juga sikap diri seorang Ollie yang bisa mengantarnya sampai sesukses sekarang ini.

Selain berisi tentang hal-hal yang ada dalam diri mbak Ollie, dalam buku Yes You Can! juga diceritakan sikap diri orang lain yang juga bisa dicontoh untuk meraih kesuksesan. Intinya Yes, You Can! lebih dominan ke sharing daripada mendikte kita harus begini dan begitu dalam meraih kesuksesan.

Menurut saya, Yes, You Can! mampu mengobarkan semangat dan kepercayaan diri seseorang yang membacanya. Buku ini juga mampu menginspirasi siapapun yang membacanya tanpa merasa digurui.

Salute untuk mbak Ollie dengan Yes, You Can!-nya, dan Yes, I Can! 🙂

Review Status Fesbuk Pilot F6

Buku Status Fesbuk Pilot F6 Sit Up Comedy ditulis oleh Capt. Ananta, seorang pilot pesawat (ya iyalah, kalo kereta kan masinis namanya). Buku ini masuk dalam kategori best seller karena cetakan pertamanya habis dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan.

Sebelum review isi bukunya, saya ingin cerita dulu bagaimana “perjalanan” saya sampai memutuskan untuk beli dan baca buku ini.

Cita-cita saya pertama kali waktu kecil dulu jadi pramugari. Karena dipikiran saya saat masih kecil pramugari itu cantik, seksi dan smart. Dan lagi kalo jadi pramugari kan lumayan bisa keliling-keliling gratis! hehe…

Anyway, itu hanya cita-cita masa kecil saya saat main bareng temen cuma pake kaos dalem dan cd doang. Saat bertumbuh dewasa, saya menyadari kalau passion saya lebih ke dunia pendidikan dan entrepreneurship. Singkatnya, cita-cita saya berubah. Setelah lulus kuliah saya merintis usaha saya di bidang pariwisata. Kebetulan saya dan suami punya usaha di bidang yang sama, jadilah kami juga “mengawinkan” usaha kami ini. Punya usaha di bidang pariwisata mau nggak mau mengharuskan saya untuk sering bersinggungan dengan maskapai (walaupun seringnya sama reservation atau salesnya), jadi industri penerbangan bukan hal yang asing bagi saya.

Bulan Mei 2012 yang lalu, Garuda Indonesia buka recruitment pramugari di Denpasar. Saya iseng ikut seleksinya. Iseng aja sih, cuma buat pembuktian aja, ada yang nyangka nggak ya kalau saya sudah menikah dan telah melahirkan 1 orang anak. Dan ternyata saya bisa lolos sampai tahap 5 bo! It means, seleksi penampilan yang melibatkan tinggi badan, berat badan, postur tubuh, lewat… Hahaha, tim recruitment Garuda Indonesia saat itu ga ada yang menyadari kalo salah satu applicant-nya adalah seorang emak-emak! 😀

Saat ikut seleksi recruitment awak kabin Garuda Indonesia ini saya bertemu dengan kandidat lain yang beberapa dari mereka adalah seorang flight attendant di maskapai yang lain. Untuk saling bertukar informasi dan keep in touch, maka kami bertukar pin BB dan saling follow di twitter. So, status-status pramugari tersebut seringkali muncul di timeline twitter saya.

Dari akun beberapa pramugari saya stalking ke akun pramugari lain (yang tidak saya follow) dan juga akun pilot. Sampai akhirnya saya ketemu sama akun twitternya Cap.Ananta (@capt_ananta). Saya baca statusnya Capt.Ananta sampai sekitar awal November. Dan saya memutuskan untuk follow akun twitter Capt.Ananta. Saya jadi penasaran sama buku Capt.Ananta, penasaran sama selucu apa sih bukunya. Karena bagi saya, salah satu manfaat buku adalah sarana buat hiburan. Waktu ajak anak saya, Avi (nama panggilan anak kita sama lho kep), ke toko buku untuk beli buku cerita untuknya, saya iseng nanya ke cust service toko buku tersebut ada nggak bukunya Capt.Ananta? ternyata masih ada dan langsung deh di beli. Malamnya saat Avi sudah terlelap, saya baca buku itu dan selesai keesokan malamnya.

Hehehe, panjang ya perjalanan saya sampai baca buku Capt.Ananta. And now, I want to review your book Capt 🙂

Status Fesbuk Pilot F6 by Capt.Ananta

Secara umum, buku Status Fesbuk Pilot F6-nya Capt.Ananta bikin saya ketawa dan secara tidak langsung bikin senam wajah yang lumayan capek. Sebagian besar isi buku ini adalah status facebook Capt.Ananta yang diklasifikasikan menjadi 6 cluster (Flight, Family, Friends, Faith, Fun dan Fesbuk), dan sebagian kecilnya adalah cerita perjuangan Pak Kapten sampai bisa meminang pujaan hatinya, pacar pertama dan terakhir, si Vonny Caem.

Bagian “cerita Pak Kapten” bikin saya ketawa ngakak waktu baca. Sumpah, lucu banget, dituliskan dengan bahasa yang jujur (bener ga kep?), apa adanya dan yang pasti sangat menghibur hati saya yang sedang gundah gulana dikejar tagihan ini-itu setiap bulannya (hehehe, jadi ketauan deh banyak cicilannya 😀 ).

Bagian status fesbuk Capt.Ananta juga ga kalah gokilnya. Terutama yang cluster Flight, Family and Friends. Kalo yang cluster Faith, Fun dan Fesbuk (jujur) nggak terlalu bikin saya ketawa dan malah sering bikin saya mikir. Tapi yang pasti ada beberapa status yang meaningful banget di 3 cluster terakhir tersebut.

Buat saya yang tiap hari harus bergelut dengan urusan rumah tangga, kerjaan, ngurus anak, dan terkadang kres dengan suami, buku karya Capt.Ananta ini cukup mengendurkan otot-otot saya jadi lebih rileks. Status-status Cap.Ananta yang dibukukan nggak hanya sekedar lucu tapi juga cerdas. Sama seperti beberapa novel karangan Adhitya Mulya (salah satu penulis favorit saya), Capt.Ananta mampu menuliskan sesuatu dengan ringkas, cerdas sekaligus membuat orang yang membacanya tertawa. Dan bagi saya yang juga suka menulis, bikin tulisan seperti itu bukan hal yang mudah. Salute buat Capt.Ananta. 🙂

Anyway, buat siapapun yang lagi butuh buku yang menghibur, saya berani merekomendasikan Status Fesbuk Pilot F6 by Capt.Ananta untuk dibaca.

NB (nambah baca, hahaha, ngikut boleh kan kep?):

Review Mother bukan Monster

Mother bukan Monster by Gol A Gong & Tias Tatanka

Mother bukan Monster ditulis oleh Gol A Gong dan Tias Tatanka. Yup, mereka berdua adalah sepasang suami istri yang berprofesi sama-sama sebagai penulis. Buku ini berisi antologi atau kumpulan cerita dari beberapa penulis wanita (yang telah menikah) tentang anak, suami dan juga pembantu asisten rumah tangga mereka.

Curhat dikit boleh ya? Tapi curhatnya masih ada kaitannya kok sama buku Mother bukan Monster

Belum genap dua tahun saya membina rumah tangga dengan suami, usia pernikahan kami yang masih muda membuat saya seringkali dibuat “kejang-kejang” dengan perbedaan diantara kami berdua. Saya mengira kalau hanya saya yang mengalami hal itu. Tapi ternyata setelah membaca Mother bukan Monster (terutama yang bagian tentang suami), saya seperti sedang membaca diary saya sendiri. Beberapa cerita diantara para istri tersebut mirip dengan kejadian-kejadian yang pernah saya alami dengan suami saya.

Saya dulu kuliah di jurusan yang membahas tentang keluarga, anak dan konsumen. Berbekal ilmu tersebut, saya merasa kalau saya sudah siap hidup berumah tangga, terutama yang kaitannya dengan ngurus anak. Tapi setelah benar-benar punya anak, ternyata mengaplikasikan teori yang pernah saya terima bukan hal yang mudah. “Monster” dalam diri saya terkadang mucul kalau si kecil mendadak susah dikendalikan. Sedih sekali menyadari kalau saya hanyalah ibu amatiran… Pas baca Mother bukan Monster, saya jadi banyak belajar dari pengalaman para penulisnya bagaimana menghandle anak diri sendiri supaya “Monster” dalam diri kita nggak mudah keluar.

Anyway, setelah membaca Mother bukan Monster, saya jadi merasa ada “sahabat tak terlihat” yang sedang berbagi cerita akan lika-liku kehidupan berumah tangga. Saya jadi terkuatkan karena saya jadi tahu kalau ternyata banyak istri dan ibu lain yang juga mengalami hal yang mirip dengan yang saya alami.

Aduh, saya nggak berani ngebahas lebih jauh tentang buku ini. Takutnya nanti malah jadi spoiler… 😀

Yang pasti, Mother bukan Monster cocok banget dibaca oleh para istri. Buku ini bisa menguatkan istri-istri yang merasa kalau hanya mereka sendirilah yang sedang mengalami rasanya ngupas bawang (menyitir makna pernikahan menurut Ninit Yunita). Ternyata banyak istri-istri lain juga mengalami hal yang sama dan bahkan lebih dahsyat. Mother bukan Monster juga cocok dibaca oleh semua orang yang statusnya masih single. Mengapa? Biar nggak kaget dengan kehidupan berumah tangga nanti!

Okay, happy reading… 🙂