Cara Pengecekan Dini Kanker Payudara Secara Manual

Kanker, merupakan salah satu penyakit yang cukup mematikan di muka bumi ini. Mengapa cukup mematikan? Karena sel kanker bisa berkembang yang pada akhirnya bisa menggerogoti seluruh organ penting dalam tubuh kita. Salah satu kanker yang patut diwaspadai oleh wanita adalah kanker payudara. Walaupun memang, kanker payudara bisa juga menjangkit pada kaum pria, namun wanita memiliki resiko yang lebih tinggi.

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seminar singkat tentang kanker payudara yang terselenggara berkat kerjasama dari Bali Pink Ribbon dengan Rumah Sakit Siloam. Walaupun hanya sekilas dan materi yang disampaikan cukup singkat, namun seminar kali itu banyak memberikan pengetahuan baru pada saya. Terutama tentang cara pengecekan dini kanker payudara secara manual. Nah untuk lebih jelasnya bagaimana cara pengecekan tersebut yang benar, silahkan tonton video ini. (more…)

Sociolla = Kenyamanan Belanja Make Up secara Online

Hallo para istri dan para pembaca celotehistri.com,

Seperti judul di atas, di posting terbaru ini saya akan bahas tentang salah satu online shop yang mengkhususkan diri menjual peralatan make up dan juga skin care. Yup, Sociolla. Sedikit cerita sebagai pengantar, saya sebenernya bukan tipe perempuan yang keranjingan belanja online, tapi pas waktu itu mbak Echa (salah satu teman saya sejak di Blogger Bogor) posting tentang Sociolla di blognya yang di share ke akun social media miliknya juga, jadi penasaran deh buat ngintipin web online shop satu ini.

Intip punya intip, ternyata Sociolla menjual beberapa brand make up baik yang berasal dari luar negeri ataupun dalam negeri. Nah kebetulan saya merupakan salah satu pecinta produk lokal. Ada beberapa brand make up, seperti Beauty Story dan Emina, yang selama beberapa minggu ini saya kepoin ternyata ada di Sociolla. Saya penasaran banget sama brand-brand tersebut karena review dari beberapa beauty blogger ataupun makeup artist produknya katanya bagus, nggak kalah deh sama produk asing namun harganya sangat terjangkau. Hal lain kenapa saya jadi pengen banget belanja di Sociolla adalah karena 2 brand tersebut saat ini belum saya temukan di Denpasar, Kuta dan sekitarnya. Jadi, mau nggak mau, cara tergampang untuk memperolehnya adalah dengan belanja online. (more…)

Berbeda = Bubar?

Halo para istri dan para pembaca celotehistri.com,

Ini adalah posting pertama saya setelah entah sudah berapa lama vacum di dunia perblogan. Di posting pertama ini saya mau bahas tentang… ya tentang apa lagi kalau bukan tentang kehidupan berumah tangga. Yap, tentang kehidupan rumah tangga, terutama tentang hubungan di antara suami-istri.

Suami dan istri, 2 individu yang tentu berbeda, jenis kelaminnya saja berbeda. Waktu masih pacaran atau di awal pernikahan, perbedaan itu masih nggak terlalu kentara karena seringnya kita merasa cocok dengan seseorang karena memiliki banyak persamaan. Tapi, lambat laun, seiring dengan berjalannya waktu, sedikit demi sedikit perbedaan mulai terasa apalagi kalau ditambah dengan kekurangan atau keburukan pasangan yang baru kita ketahui. Wuiiihhh… bisa-bisa bikin salah satu pihak merasa nggak nyaman dan akhirnya hari-hari dipenuhi dengan cek-cok, yang bukan nggak mungkin kalau berakhir dengan kata cerai.

Ya, perbedaan-perbedaan yang ada bisa menuju ke tahap bubarnya suatu pernikahan. Tapi apa nggak bisa gitu nggak bubar dengan segala macam perbedaan yang menyelimuti kehidupan berumah tangga? Jawabannya tentu saja bisa!
(more…)

I’m Back!!!

I'm BackHellow…

Duh Gustiiii… Entah sudah berapa lama saya nggak nulis untuk blog ini. Tapi sekarang dengan bangga saya bilang “I’m Back!!!”. Ya, saya kembali, saya pulang. Saya pulang setelah sekian lamanya di negeri antah berantah, terkena virus malas bin lesu untuk nulis di blog. Dan saya mengembalikan semangat saya yang dulu untuk nulis di masing-masing blog saya (www.celotehistri.com, http://www.ladiestraveler.com dan http://www.marvinasitorus.com -ini blog khusus untuk anak saya) minimal 1x seminggu. Semoga saya bisa memenuhinya lagi.

Jadi ya saudara, sesama para istri, salah satu hal yang membuat saya malas banget untuk ngeblog lagi salah satunya adalah kejadian yang menimpa kami (saya dan suami) pada akhir   Januari yang lalu. Server yang menyimpan semua data web (untuk kerjaan) dan juga blog-blog saya hancur, termasuk server backup-nya. Alhasil data-data kami lenyap. Data yang masih terselamatkan karena disimpan di server yang berbeda hanyalah sampai September 2013. Kebayang dong gimana shock-nya dan lemes bangetnya kami saat tau hal itu. Terutama untuk web kerjaan ya… Selama September 2013 hingga Januari 2015 tentu banyak sekali perubahan dan juga tambahan konten dari  web kerjaan ataupun blog-blog kami. Dan semua itu lenyap seketika. Akhirnya pelan-pelan saya mulai revisi lagi konten-konten yang ada di web kerjaan. Dan pelan-pelan saya upload ulang artikel-artikel di blog yang masih saya simpan copy-an tulisannya dalam bentuk lain di laptop saya. Ya walaupun artikel yang saya upload ulang itu ga ada gambarnya, tapi setidaknya artikel-artikel itu masih ada lagi di blog. Nah, itulah salah satu penyebab saya jadi mualeesss minta ampun untuk ngisi blog ini lagi. Halah, kebanyakan alesan! Males mah males aja!!! Hehehe…

Baiklah, artikel di blog beberapa lenyap. Tapi yang bikin saya merasa surprise adalah walaupun blog-blog saya itu saya anggurin, tapi masih ada aja yang komen dan khusus untuk blog ini masih ada aja istri atau suami atau anak yang submit curhatannya. Apa nggak terharu tuh jadinya??? Terharu banget maaakkk… Oleh karena itu, maka saya jadi meluruskan niat lagi. Mendefinisikan diri kalau saya masih seorang blogger. Walaupun blogger yang pernah mati suri. Huehehe…

Baiklah, tanpa perlu panjang-panjang lagi, tunggu postingan saya selanjutnya ya… Udah banyak banget yang mau ditulis. Dan banyak juga curhatan yang ngantri untuk dipublish. Maka, tunggulah kemunculannya di blog ini ya…

Denpasar, 18 November 2015

~celoteh istri

Let “Them” Go, then Love Yourself

Dalam hidup tentu begitu banyak hal bisa terjadi. Ada yang nyenengin, nggak ngenakin, bikin galau, bikin marah, bikin sedih, bikin tertawa, dan juga bikin nangis terharu. Well, kalau hidup kita selalu dihadapkan pada hal yang membahagiakan mungkin memang akan terasa sangat menyenangkan. Namun hidup seperti itu tak ubahnya hanya seperti naik komidi putar. Hanya berputar saja di tempat yang sama dan lama-kelamaan bisa membuat kita merasa bosan. Hidup itu, terutama hidup saya, seperti roller coaster. Banyak sekali up and down-nya. Kalau pas lagi kena “up” ya pasti seneng dong ya. Ga perlu lah saya berbagi bagaimana saya menikmati hidup kalau pas lagi “up” karena setiap orang punya cara masing-masing untuk menikmati kesenangan dalam hidupnya. Tapi kalau pas lagi kena yang namanya “down”, beuugghh… ini bisa bikin saya galau dan termehek-mehek setengah gila! Hahaha… Banyak banget hal-hal yang bisa bikin kita merasa “down”. “Down” ini bisa dikarenakan hal yang sepele sekalipun. Apalagi buat saya yang saat ini berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Nah, gimana cara saya menghadapi “down”? Kali-kali aja ada yang mau mencoba cara saya mengatasi hal-hal nggak ngenakin dalam hidup. Hehehe… Berikut rinciannya:

Let "Them" Go! (pict from care2.com)

Let “Them” Go!
(pict from care2.com)

“Down” karena Teman
Seringkali teman kita tidak sebaik yang kita bayangkan. Ada aja teman yang “nusuk dari belakang” atau layaknya “musuh dalam selimut”. Saat kita mengetahui apa yang mereka lakukan pada kita, pastinya akan membuat kita merasa down, nggak nyangka mereka bisa setega itu melakukan hal nggak ngenakin ke kita. Kalau saya menghadapi hal yang seperti itu biasanya saya sih “cukup tau aja”, setelah itu saya akan mulai menjaga jarak dengan teman tersebut. Ya, meninggalkannya dalam lembaran hidup sebelumnya. Cukup dia menjadi salah satu “penggembira” saja di masa lalu. Membuat saya belajar tentang tipe-tipe manusia dan bagaimana cara menghadapinya.

Hal lain yang bisa membuat kita “down” karena teman adalah terjadinya perselisihan dengan teman. Kalau ini yang terjadi, biasanya saya akan mencoba membuka pembicaraan dengannya, meluruskan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi kalau respon darinya negatif. Ya sudah, ngapain kita nyapek-nyapekin diri sendiri. Ngabisin waktu dan energi hanya untuk mikirin orang yang sudah nggak peduli lagi. Jadi, tinggalkan saja dia dalam halaman lama lembaran hidup kita. Cukup menjadi salah satu sejarah hidup kita. Hehehe…

“Down” karena Bisnis
Saya dan suami saat ini mempunyai usaha sendiri di Bali. Dalam menjalankan usaha ini banyak sekali rintangan yang menghadang. Hal ini kadang membuat kami, terutama saya, seringkali merasa “down”. Hal pertama yang saya lakukan untuk mengatasi perasaan “down” karena bisnis itu biasanya saya minta dipeluk suami. Entah kenapa setelahnya saya pasti akan merasa “everything is gonna be okay”. Setelah itu, kami akan membahas langkah-langkah selanjutnya untuk mengatasi masalah yang sedang terjadi. Lalu berangan-angan bersama kalau usaha kami akan sukses di masa yang akan datang. Ya, hal itu cukup melegakan saya.

“Down” karena Anak
Sebagai seorang ibu rumah tangga dan fulltime mother tentunya setiap hari saya berjibaku dengan anak saya (Avi). Nah, ngurus anak ini “gampang-gampang susah” ternyata. Kalau pas kena di yang susahnya suka bikin stress. Susahnya itu misalnya seperti menghadapi Avi yang lagi tantrum, nangis-nangis jejeritan sampai memekakkan telinga. Kalau pas lagi seperti itu, seringkali saya pengen mukul Avi. Tapi saya tahan, saya memilih untuk meninggalkannya ke ruangan yang lain. Membiarkan anak saya nangis-nangis sendiri sampai saya mendengar tangisnya mulai sedikit reda baru saya hampiri Avi, dan memeluknya.

Hal lain, kalau saya merasa kelelahan mengurus Avi. Secara ya, saya di Bali tinggal hanya bertiga sama suami dan Avi, tanpa asisten atau baby sitter. Kelelahan ini seringkali membuat saya emosi. Seringkali saya ngomel-ngomel pada Avi. Kalau sudah seperti itu, biasanya hal tersimple yang saya butuhkan adalah menikmati mandi yang tenang dengan air hangat. Itu cukup melonggarkan syaraf dan otot saya yang tegang.

“Down” karena Pasangan (Suami)
Nah, ini nih yang paling penting. Karena seringkali suami melakukan atau mengatakan hal-hal yang tidak mengenakkan ke kita baik disengaja ataupun tidak. Kalau itu terjadi, nggak lain dan nggak bukan, yang saya lakukan adalah menangis. Menumpahkan semua emosi hanya pada diri sendiri. Biasanya setelah nangis perasaan saya akan agak enakan. Setelah itu, biasanya saya berusaha untuk mengingat kebaikan-kebaikan suami, dan bukan keburukannya. Karena kalau keburukannya yang saya ingat mungkin sudah sejak lama saya akan meninggalkan dia. Tapi kalau kebaikannya yang saya ingat-ingat, maka akan selalu muncul perasaan dialah yang terbaik untuk saya dari semua “begundal” yang pernah hadir dalam hidup saya. Hehehe…

Itulah yang saya lakukan kalau ada beberapa hal yang bikin saya down. Intinya sih, saya berusaha untuk berdamai dengan diri sendiri, terutama dengan hati. Hal itu membuat saya jadi lebih mencintai diri sendiri. Karena mustahil mengharapkan orang lain akan mencintai diri kita seperti yang kita inginkan. Makanya, hanya kita sendiri yang bertanggung jawab untuk mencintai dan membuat diri sendiri bahagia.

Love Yourself (pict from thebridgemaker.com)

Love Yourself (pict. by thebridgemaker.com)

********************************************
Postingan ini untuk mengikuti giveaway echaimutenan.

Tips Masak Daging Rawon yang Empuk tanpa Presto.

Tips masak daging rawon yg empuk tanpa presto. Tips warisan dari mbah (nenek).

  1. Potong daging bentuk dadu tapi jangan terlalu tebal.
  2. Ungkep daging dengan bumbu rawon dan jangan lupa untuk beri potongan beling (patahan barang pecah belah). Set kompor dengan api kecil. Masak hingga bumbu merasuk dan daging dirasa sudah cukup empuk.
    *beling fungsinya untuk memukul2 daging saat diungkep, jadi daging bisa jadi empuk.
  3. Pindahkan ungkepan daging rawon ke panci yang sudah diisi air hangat/panas. Yg pasti airnya jangan dingin karena itu akan membuat daging jadi alot (liat). Masak hingga mendidih.

Done.
Rawon dengan daging yang empuk tanpa presto siap dinikmati. :)

1 2 3 54