Apa Kabarmu Nak?

Anakku, apa kabarmu?

Aku kangen kamu. Kangen cerita-cerita, baca dan dengar curhatanmu tentang apapun itu. Tapi sepertinya sekarang semua akses untuk berkomunikasi denganmu sudah diputus total. Sedih.

Sungguh, aku hanya memikirkan perkembangan mentalmu jika lingkungan dimana kamu hidup saat ini tidak kondusif bagimu, hidup selalu dalam tekanan, ancaman dan selalu disalahkan.

Nak, yang namanya orangtua itu mengarahkan dan memberi solusi, bukan memaksakan kehendak, menyalahkan apalagi memaki.

Aku yakin nggak ada satupun orangtua yang menginginkan anaknya hancur, cuma cara yang dipakai dalam mendidik anak berbeda, ada yang dengan “kekerasan” ada yang mengarahkan. Walaupun aku bukan ibu biologismu, aku sangat memikirkan tentang perkembangan mentalmu yang bisa mempengaruhi masa depanmu nak.

Sama seperti orangtua lainnya, aku hanya ingin semua yang terbaik untuk anaknya. Namun memang seringkali apa yang menurut orangtua paling baik, tidak demikian dalam kacamata anak.

Aku hanya bisa berdoa semoga semua ketakutanku tak akan terjadi. Semoga innate endowment-mu menang dari pengaruh berbagai faktor lingkungan di sekelilingmu. Semoga kamu bisa mengoptimalkan kelebihan yang ada dalam dirimu walau bagaimanapun banyaknya orang lain yang kurang mendukung.  Semoga kamu bisa melewati masa-masa krisis (masa remaja) dengan sukses dengan atau tanpa orang dewasa yang bisa membimbingmu dengan bijak.  Ya… Semoga…

Aku sayang kamu nak…

One comment

  1. keke naima says:

    setuju mbak, org tua selalu ingin memberikan yg terbaik utk anaknya tp terkadang di mata anak tidak melihatnya spt itu.. Kadang bikin galau juga sih.. Tp berarap semoga anak2 bs mengerti 🙂

Leave a Reply